Puisi Balada Perempuan-Perempuan Berarit

Balada Perempuan-Perempuan Berarit
by miku


Surya masih mengeriyip kedip
Caping tersemat di ubun-ubun
Jatik terikat kuat

Dengan telanjang kaki
Arit dalam genggaman kuat
Menyusuri setapak becek yang remang
Langkah cepat-cepat keburu surya menggarang

Dia tak sendiri
Lima sampai sepuluh perempuan macam itu dihamparan emas yang berkilau
Tersepuh embun nan menyegarkan indera

Lekas-lekas tangan-tangan yang kurus dan hitam
Mulai menggenggam dan mengariti hamparan emas nan kemilau
Surya merangkak nan malas namun berarti
Berakibat melahirkan peluh-peluh di punggung
Yang berbalut kebaya tipis bak bengawan

Tak usahlah risaukan
Yang sekarang diutamakan
Segera rebut emas yang menguning
Raja siang tak lagi tersepuh hawa yang sejuk

Raja siang terpelese ke barat
Mencoba menampakkan wajah dengan susah payah
Mendung-mendung tak mau menyingkir
Sedikit hembusan udara yang membelai
Mengurangi derasnya aliran bengawan

Karena si raja siang sudah semakin terpuruk
Lekas-lekaslah mereka harus merampungkan
Urusan emas ini, agar esok pagi
Dilaksanakannya hitungan pembagian

Baca juga cara pelet wanita


Dapatkan Sample GRATIS Produk sponsor di bawah ini, KLIK dan lihat caranya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.